Translate

Rabu, 26 November 2014

RESEP RAHASIA PERAWATAN KULIT



Judul Buku      : Resep Rahasia Perawatan Kulit
Pengarang       : Meita Sandra
Tahun Terbit    : 2010
Tempat Terbit   : Jogjakarta
Penerbit        : A+Plus Books

Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis.
Umumnya, jenis kulit ada empat , yaitu kulit kering, kulit berminyak, kulit normal, dan kulit kombinasi. Masing-masing kulit memiliki sifat berbeda-beda sesuai jenisnya. Namun, jenis kulit seseorang juga dapat berubah tergantung tempat tinggal, perubahan cauaca, perubahan hormon, dan jenis produk perawatan kulit yang digunakan. Karena itu, tidak perlu heran bila kulit anda saat ini akan berbeda dengan lima tahun atau sepuluh tahun mendatang.
a.       Kulit Normal
Pada jenis kulit ini, jumlah minyak semula jadi atau sebum yang dihasilkan amat rendah, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Tekstur kulit juga lembut dan liang romanya kecil. Kulit jenis ini juga mempunyai kandungan air yang cukup.
Jenis kulit ini adalah yang paling diinginkan setiap orang. Kulit normal ditandai dengan permukaan yang lembut, sintal, dan dengan ukuran pori-pori kecil. Jenis kulit normal biasanya memiliki elastisitas yang bagus, lembut, dan padat saat di sentuh.

b.      Kulit Kering
Jenis kulit kering menghasilkan kurang sebum sehingga muka kita tidak kelihatan berkilat. Pada kebanyakan orang, mereka yang mereka yang berkulit kering mempunyai raut wajah yang kusam dan mempunyai liang roma yang kecil atau langsung tidak kelihatan.
Kulit jenis ini juga mengelupas sesekali dan kadang memberi efek rasa kurang selesa. Bagi anda yang mempunyai jenis kulit kering harus memberi lebih perhatian terhadap garis-garis halus yang timbul ketika dimakan usia, terutama di bagian tepi mata, garisan senyuman, dan dahi.

c.       Kulit Berminyak
Kulit berminyak sering di benci oleh banyak remaja, termasuk remaja lelaki. Kulit ini mengeluarkan banyak sebum dan membuat seseorang tampak seperti tidak menjaga kecantikan diri.
Liang romanya juga besar. Oleh karena itu, seseorang dengan jenis kulit ini mudah berjerawat. Sewaktu minyak keluar berlebih, akan lebih mudah timbul jerawat, blackheads (komedo), whiteheads, dan yang lainnya.

d.      Kulit Kombinasi
Jenis kulit kombinasi menggabungkan ketiga jenis kulit muka, yaitu normal, kering, dan berminyak. Kulit kombinasi biasanya terdapat pada bagian berbeda. Satu bagian berminyak, bagian lain kering.

Problema kulit yang paling mengganggu umumnya berada di sekitar wajah, lalu berlanjut ke kaki, sekitar perut (terlebih untuk perempuan yang baru saja melahirkan), dan sekitar paha yang biasa disebut dengan selulit. Namun dari sekian problema kulit yang terdapat dalam tubuh, tentu saja yang paling mengganggu adalah masalah kulit wajah, diantaranya :
a.       Jerawat
Umumnya jerawat seing menimpa orang yang memiliki jenis kulit berminyak. Jerawat adalah suatu keadaan ketika pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantun g nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.
Penyebab munculnya jerawat antara lain karena produksi minyak berlebihan, sel-sel kulit mati, dan bakteri.
Berapa cara mencegah timbulnya jerawat yaitu :
·         Hindari sabun yang mengandung alcohol
·         Basuh wajah dengan air hangat
·         Jangan terlalu sering mencuci wajah
b.      Jamur
Jamur memang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Sedemikian eratnya sehingga manusia tidak terlepas dari jamur. Jenis fungi-fungian  ini bisa hidup dan tumbuh dimana saja, baik di udara, tanah, air, pakaian, bahkan di tubuh manusia. Beberapa jenis infeksi jamur kulit antara lain yaitu panu, kurap, ketombe, infeksi candida.
Penyakit ini sebenarnya gampang untuk disembuhkan hanya saja memang dibutuhkan keuetan serta kesabaran orang yang  bersangkutan. Orang tersebut juga harus menjaga kebersihan tubuhnya dengan rutin mandi minimal dua kali dalam sehari. Penggunaan obat anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
c.       Kudis, Gatal-gatal
Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit.
Tidak ada vaksin untuk kudis sehingga pencegahan harus dilakukan melalui menghindari infeksi. Seluruh pihak yang berad dekat dengan penderita perlu diobati pada waktu bersamaan walauupun belum ada gejala. Pakaian, handuk, seprai, dan barang-barang yang bersentuhan dengan kulit sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah penularan.
d.      Kapalan
Kapalan adalah suatu bagian kecil kulit yang mengeras akibat suatu tekanan atau gesekan yang terus-menerus, biasanya pada tangan dan kaki. Penyakit ini dapat dicegah dengan  beberapa cara, diantaranya :
·         Pilih sepatu yang enak dan cukup  lebar dibagian jari-jari kaki
·         Istirahat secara berkala apabila harus menulis banyak
·         Oleskan pelembab untuk menghaluskan kulit
e.       Bisul
Bisul dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan dengan mandi setiap hari dan tidak menggaruk bagian yang terkena bisul apabila kulitbterasa gatal.Apabila kulit cidera, teriris atau lika, segera oleskan cairan antibiotika.
f.       Blackheads
Blackheads atau noda hitam pada kulit dalam dunia medis disebut dengan “open comedo”. Penyebabnya adalah kelebihan minyak di wajah, yang pasti akan mengakibatkan pori-pori wajah tertutup.
Pengobatan blackheads pertama adalah cuci wajah/bagian kulit yang terkena noda hitam dengan sabun atau air bersih kemudian gunakan campuran susu hangat dan sedikit kapur. Oleskan pada noda hitam. Lakukan ini secara rutin setiap harinya.
g.      Kanker Kulit
Lindungi kulit dari sinar matahari untuk mencegah kanker kulit. Gunakan selalu krim perlindungan matahari. Pilih make up dengan perlindungan tabir surya. Penyakit ini dapat mengganas jika tidak terobati dan menular ke bagian tubuh yang lain hingga bisa menimbulkan kematian. Sebenrnya penyakit ini engan cara menghindari terlalu banyak kontak dengan sinar matahari, terlebih pada tengah hari ketika matahari sedang bersinar terik.

Beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari agar mendapatkan kulit bersih dan sehat :
·         Hindari Rokok
Menurut beberapa penelitian, terdapat dugaan kuat kalau nikotin yang terkandung di dalam rokok memiliki pengaruh yang sama layaknya elastin pada matahari. Sehingga dapat menyebabkan kulit kusam dan berkerut.
·         Olahraga
Berolahraga tidak hanya membuat tubuh bugar dan sehat, tetapi juga memperbaiki sirkulasi darah ke jaringan. Tidak hanya itu, olahraga juga menarik otot sehingga tidak kendur.
·         Tersenyum dan Tertawa
Sebuah senyum dapat membuat keajaiban bagi kulit dan membuat awet muda pula. Sebisa mungkin hindari mimic wajah muram karena hal ini hanya akan menambahkan kerutan di wajah anda.
·         Hindari stress
Stress mempercepat proses penuaan. Nikmatilah music lembut dikamar untuk meredkan ketegangan.
·         Cukupkan kebutuhan pangan
Hindari makanan cepat saji dan makanan mengandung lemak berlebihan.
·         Manjakan diri sesekali
Luangkan waktu untuk memanjakan diri. Misalnya pergi ke salon untuk facial, masker dan sebagainya. Anda juga bisa pergi ke sauna dan spa.
·         Selimuti Kulit
Apabila anda banyak berkegiatan diluar ruangan yang mengakibatkan kulit bersentuhan langsung dengan sinar matahari atau sering berada di ruangan ber-AC, lindungilah kulit dengan syal/scraf ataupun baju berlengan panjang.
·         Posisi tidur
Hindari tidur dengan posisi tetap sepanjang malam. Hal ini dapat menyebabkan kulit anda kusut. Anda perlu tidur setidaknya 8 jam setiap hari.

Kamis, 20 November 2014

Buku “Jendela” Dunia dan Membaca “Membuka Jendela” Dunia

“Buku jendela dunia” dan “Membaca membuka jendela dunia”, begitulah slogan yang saya kenal sejak masih duduk dibangku SMP, poster besar di dinding belakang kelas dengan dominasi warna biru bergambar dua mata yang menatap (ke bawah) bola dunia dan dua telapak tangan yang menyangga bola dunia tersebut. Kedua slogan yang sarat akan makna, kita ibaratkan sebuah rumah yang memiliki banyak jendela, jika jendela-jendela tersebut setiap harinya dibiarkan tertutup maka fungsi dari jendela itu sendiri menjadi percuma, tidak ada sirkulasi udara sehingga menjadikan rumah pengap dan penghuninya penyakitan, namun jika setiap pagi jendela-jendela itu dibuka maka udara segar pun (oksigen) masuk menggantikan karbondioksida yang telah memenuhi ruangan sehingga penghuni rumah pun sehat karena sirkulasi udara lancar. Selain sebagai sirkulasi udara jendela bisa sebagai bagian dari media informasi, setidaknya memperlihatkan informasi yang ada di luar jendela.
Begitu pun dengan buku, sebanyak apapun buku yang kita miliki namun jika hanya dijadikan pajangan, tertutup, tanpa dibaca maka jelas saja buku tersebut hanya slogan kosong “Buku jendela dunia” yang tidak memberikan manfaat apapun kecuali sebagai hiasan perpustakaan rumah. Berbeda jika buku-buku yang ada di rumah itu menjadi santapan sehari-hari dibaca ditelaah dihayati maka informasi dunia dapat kita genggam dan benarlah slogan, “Membaca membuka jendela dunia.” karena informasi yang kita dapatkan melalui membaca buku tersebut.
Saya mulai menyukai buku sejak duduk dibangku SMP tepatnya saat berkunjung ke rumah salah satu guru untuk meminjam buku sumber tugas. Di rumah guru itu saya melihat ruangan khusus yang dipenuhi buku-buku dan pada setiap akhir buku di bagian dalam sampul belakang terdapat tera biru yang bertuliskan “Perpustakaan Pribadi Keluarga Didin Saefuddin.” Sejak saat itulah saya menyukai buku dan terinspirasi ingin memiliki perpustakaan pribadi.
Di saat akan membeli buku ada beberapa pertimbangan yang biasa saya lakukan dan mungkin bisa menjadi tips bagi Anda:
  1. Membuat daftar skala prioritas, buku apa saja yang ingin dibeli. Sesuaikan dengan budget dan patuhi. Hal ini untuk  mengatur pengeluaran agar anggaran bulanan tidak kebobolan karena belanja buku.
  2. Jika tidak punya skala prioritas dan Anda sedang berada di toko buku karena hanya sekedar mampir setelah dari mall atau sekedar iseng jalan-jalan dan ingin beli buku tetapi bingung menentukan buku apa yang ingin dibeli, maka Anda bisa melihat di bagian new arrival dan best seller. Mungkin saja ada buku yang menarik untuk Anda.
  3. Sebelum membeli biasakan terlebih dahulu membaca sinopsis atau review tentang buku tersebut pada bagian belakang buku dan jika ada buku sample yang telah dibuka Anda bisa melakukan proses baca cepat dengan cara; baca daftar isi, bagian awal, tengah dan akhir buku tersebut. Menarik? Pas dengan harapan? Sebanding isi buka dengan harganya? Jika terlalu mahal sedangkan kontennya tidak berbobot maka Anda bisa mencari perbandingan dengan mencari buku dengan tema sejenis yang lebih kompetitif dari segi isi dan harganya. Bagi Anda yang tidak terlalu mementingkan bahan maka buku yang dicetak dengan kertas koran harganya lebih murah daripada buku yang dicetak dengan kertas HVS.
  4. Membeli buku di Pameran, sudah pasti pameran buku selalu memberikan diskon besar-besaran hingga 70%, kenapa bisa diskon besar, karena kita membeli dari tangan pertama, dari penerbit. Ya penerbitlah yang menjual langsung di arena pameran. Dan jika Anda cukup beruntung biasanya ada beberapa penerbit yang menyelenggarakan cuci gudang, kita bisa membeli buku seharga 5.000 – 10.000 rupiah saja.
  5. Sabar…. tahanlah keinginan berbelanja buku hingga datang musim diskon. Jika di pameran buku biasanya hari terakhir merupakan hari diskon besar-besaran, jika tidak ada pameran maka diskon biasanya ada pada saat; menjelang tahun ajaran baru, akhir tahun, ada event-event tertentu, dan promo pembukaan cabang toko buku baru.
  6. Jika ingin lebih murah datang langsung ke penerbit pastinya Anda akan mendapatkan harga beli yang jauh lebih rendah dari harga toko, tapi biasanya ada minimum order untuk satu judul buku. Namun bisa disiasati jika Anda memiliki kenalan di penerbit, hehe.
  7. Jika Anda memiliki teman atau kolega yang memiliki kumpulan buku dan tidak membutuhkannya lagi. Anda bisa melakukan negosiasi untuk membelinya dengan harga murah.
  8. Jika orientasi Anda hanya ingin membeli buku murah, maka membeli buku di pasar loak bukan pilihan buruk. Namun tentunya koleksi buku di pasar loak semuanya second dan Anda akan sulit menemukan buku baru dengan harga murah disana, kecuali buku bajakan dan itu ilegal.
Berbicara masalah buku sebagai jendela dunia tidak lepas kaitannya dengan para penerbit sebagai produsen pencetakan buku. Masalah krusial yang dihadapi para penerbit adalah maraknya pembajakan hak cipta seperti yang saya singgung pada artikel saya sebelumnya (baca: IKAPI, Gemar Membaca, Bangsa Maju dan Unggul!). Untuk menangani hal ini maka organisasi yang membawahi penerbit seperti IKAPI harus memberikan kepastian hukum dengan melobi pihak pemerintah untuk memberikan hukuman yang layak bagi para pelaku pembajakan hingga menimbulkan efek jera.
Masalah krusial lainnya terdapat pada para penerbit-penerbit kecil. Sudah seharusnya IKAPI sebagai lembaga organisasi yang menaungi penerbit agar dapat bersifat adil dengan memberikan fasilitas bantuan dan arahan seperti dari pengenalan pasar, manajemen, pembinaan hukum dan hak cipta, bagaimana membeli hak cipta dari luar negeri, dan masalah biaya ekspedisi. Untuk masalah finansial (permodalan) IKAPI dapat membantu penerbit kecil dengan memberikan donasi atau subsidi silang dari para penerbit-penerbit besar kepada penerbit kecil. Atau jika IKAPI mengadakan kegiatan pameran maka para penerbit kecil dengan terbitan buku-buku berkualitas dapat diberikan subsidi dalam pembayaran sewa stan atau mungkin bebas biaya dengan pertimbangan buku-buku yang dihadirkan berkualitas.
Intinya adalah, bagaimana agar para penerbit kecil ini dapat bertahan di dunia penerbitan buku Indonesia dan memberikan warna maka tugas IKAPI sebagai pengayom para penerbit diseluruh Indonesia dapat memberikan bantuan dan arahan sehingga bisnis buku bisa semakin menggeliat.
Dan semoga semakin banyak penerbit semakin banyak pula buku-buku berkualitas hadir ditengah-tengah masyarakat Indonesia sehingga budaya gemar membaca dan slogan “Buku Jendela Dunia dan Membaca Membuka Jendela Dunia” menjadi hal yang memasyarakat, dan pada akhirnya budaya gemar baca mampu menjadikan bangsa Indonesia bangsa menjadi bangsa yang kuat, cerdas, maju, unggul dan berwawasan.

MANFAAT MADU

MADU memiliki begitu banyak khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, madu juga kerap digunakan untuk mempertahankan keindahan kulit.
Sejak dahulu madu telah digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit. Selain teksturnya yang lembut, kandungan madu sangat kaya akan vitamin, mineral, antioksidan dan potasium yang dapat digunakan sebagai pelembab, penyegar bahkan masker wajah. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai khasiat madu untuk kecantikan, tak ada salahnya untuk mencoba beberapa resep berikut ini. Kandungan madu tak hanya dapat menjaga keindahan kulit dan mencegah penuaan dini, tapi dapat pula menjaga keindahan kulit rambut.
Untuk mengaplikasikan madu sebagai pembersih wajah, ada beberapa tahap yang harus ditempuh. Yaitu campur 1 sendok makan madu, 1 putih telur, 1 sendok teh gliserin (dapat diperoleh di apotik), dan 1 sendok teh tepung terigu. Campur hingga rata kemudian oleskan pada wajah dan leher. Diamkan selama 10 menit. Bilas dengan air hangat.
Untuk Anda yang ingin memanfaatkan madu sebagai penyegar wajah, dapat mengikuti tahap-tahap berikut. Pertama campur 1 sendok air lemon, 1 sendok teh madu, dan 2 putih telur. Lalu campur hingga rata, kemudian oleskan pada seluruh kulit wajah dan leher. Diamkan selama 15 menit, bilas dengan air hangat, kemudian keringkan dengan handuk sambil tepuk-tepuk perlahan. Sangat sesuai untuk kulit normal cenderung berminyak.
Madu juga dapat digunakan sebagai pelembab, yakni dengan cara campurkan 2 sendok makan madu dan 2 sendok makan susu. Lalu aduk hingga rata. Oleskan pada wajah dan leher, diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan secara rutin untuk mengatasi kulit kering.
Tak hanya bermanfaat sebagai pelembab wajah saja, madu juga bisa digunakan sebagai pelembab bibir. Oleskan madu pada bibir setiap malam menjelang tidur. Langkah ini untuk membantu melembabkan dan melembutkan bibir, sekaligus menghindari kulit bibir pecah-pecah.
Madu juga bisa digunakan untuk scrub yang berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati secara perlahan sekaligus nutrisi dan menjaga kelembapan kulit. Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan cara campurkan 1 sendok makan kaolin (sejenis mineral alami yang dapat diperoleh di toko bahan kimia), 1 sendok teh tepung biji gandum, 1 jumput tepung kayu manis, dan 1 sendok makan madu. Lalu oleskan pada wajah dan leher, kemudian gosok dengan gerakan melingkar. Bilas dengan air hangat.
Selain sebagai scrub, Anda dapat pula memakai madu untuk berendam. Campur ¼ cangkir susu bubuk full cream, ½ cangkir madu, dan 4 tetes minyak esensial mawar atau lavender dalam wadah. Kemudian masukan campuran tersebut ke dalam bath tub yang telah diisi air hangat. Berendamlah selama kurang lebih 15 menit. Selain relaksasi, berendam dengan campuran madu dan susu dapat membantu meningkatkan kelembapan dan kehalusan kulit.
Tak sekadar untuk kecantikan kulit, madu juga dapat bermanfaat sebagai conditioner dan masker rambut. Bagi Anda yang ingin memakai madu untuk conditioner, campurkan ½ cangkir madu dan ¼ cangkir minyak zaitun. Lalu oleskan pada rambut sedikit demi sedikit sampai melapisi seluruh rambut, diamkan 30 menit, cuci dengan sampo dan bilas dengan baik.
Sementara itu, bila Anda ingin memakai madu sebagai masker rambut, campur ¼ cangkir madu, 2 sendok makan minyak zaitun dan 1 sendok the air jeruk nipis. Oleskan pada kulit kepala dan rambut sambil dipijat. Kemudian tutup rambut dengan shower cap dan diamkan selama 15-30 menit agar meresap sempurna. Selanjutnya, bilas hingga bersih dengan air hangat dan sampo. Selamat mencoba guys :)

Pentingnya Membaca !

Pentingnya Membaca Bagi Siswa
Menumbuhkan minat baca pada anak (siswa) sangatlah penting karena membaca merupakan salah satu hal pokok yang bertujuan agar si anak (siswa) mendapat pengetahuan yang banyak dan bermanfaat.
Leonhardt (1997, dalam Hadi Susanto, 2013) menyatakan ada sepuluh alasan mengapa harus menumbuhkan minat baca pada anak, yaitu:
  1. anak-anak harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik,
  2. anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi,
  3. membaca akan memberikan wawasan yang lebih beragam sehingga belajar apa pun terasa lebih mudah,
  4. di tingkat SMU, hanya anak-anak yang gemar membaca yang unggul dalam berbagai pelajaran dan ujian,
  5. kemampuan membaca dapat mengatasi rasa tidak percaya diri anak terhadap kemampuan akademiknya karena akan mampu menyelesaikan tugas hanya dengan sedikit waktu,
  6. minat membaca akan memberikan beragam perspektif pada anak melalui beragam pandangan dari para penulis sehingga anak terbiasa memandang suatu masalah dari berbagai sisi,
  7. membaca membantu anak memiliki rasa kasih sayang karena anak akan menemukan beragam pola kehidupan dan cara menyelesaikan masalah tersebut secara wajar,
  8. anak yang gemar  membaca dihadapkan pada dunia yang penuh dengan kemungkinan dan kesempatan;
  9. anak yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pola berpikir kreatif dalam diri mereka, dan
  10. kecintaan membaca adalah salah satu kebahagiaan utama dalam hidup karena membaca merupakan rekreasi jiwa.
Demikianlah beberapa alasan mengapa pentingnya membaca perlu ditumbuhkan sejak dini. Dengan membiasakan dan mengajarkan anak membaca sejak dini, maka secara tak langsung akan diperoleh manfaat dari membaca, di antaranya
  • (a) dengan membaca buku bermutu, seseorang memiliki keunggulan komparatif dibanding orang yang tidak membaca,
  • (b) dengan membaca  orang lebih terbuka cakrawala pemikirannya, dan
  • (c) melalui bacaan, seseorang berkesempatan melakukan refleksi dan meditasi (Putra, 2008:7).
Prinsip-Prinsip Membaca
Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks, atau juga disebut sebagai kegiatan aktif reseptif. Hal ini terdiri dari sejumlah kegiatan mulai dari memahami kata-kata atau kalimat yang ditulis oleh penulis, menginterpretasikan konsep-konsep penulis serta menyimpulkannya.
Kemampuan membaca setiap orang berbeda-beda. Setiap orang memiliki kemampuan membaca sendiri-sendiri tergantung pada beberapa faktor, misalnya tingkatan kelas, kecerdasan, keadaan emosi, hubungan sosial seseorang, latar belakang pengalaman yang dimiliki, sikap, aspirasi, dan kebutuhan hidup seseorang.
Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan dan menyenangkan. Seseorang akan senang jika telah berhasil mempelajari sesuatu dengan baik dan merasa puas atas hasil bacaannya. Kemahiran membaca perlu keahlian yang berkelanjutan.
Demi mewujudkan semua itu, maka seseorang perlu memiliki kemahiran membaca, ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan dalam membaca perlu diperhatikan sedini mungkin sejak seseorang pertama kali masuk sekolah.
Dawson dan Bamman (dalam Abd. Rachman, 1983:7-8) mengemukakan ada sembilan prinsip dalam membaca, di antaranya:
  1. Prinsip psikologis: Seorang murid dapat menemukan kebutuhan dasarnya lewat bahan-bahan bacaan jika topik, isi, pokok persoalan dan cara penyajiannya sesuai dengan kenyataan individunya. Berdasarkan prinsip itu, dapat ditegaskan bahwa setiap murid memiliki kebutuhan dan kepentingan individual yang berbeda. Perbedaan itu berpengaruh terhadap pilihan dan minat baca setiap individu, sehingga setiap murid memilih buku sesuai dengan minatnya.
  2. Kegiatan dan kebiasaan membaca dinyatakan atau dianggap berhasil atau bermanfaat jika murid memperoleh kepuasan dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, yaitu rasa aman, status dan kedudukan tertentu, kepuasan afektif. Kebutuhan itu berpengaruh terhadap pilihan dan minat baca masing-masing individu.
  3. Tersedianya sarana buku bacaan kehidupan keluarga atau rumah tangga merupakan salah satu faktor pendorong terhadap pilihan bahan bacaan dan minat baca setiap individu murid.
  4. Jumlah dan ragam bacaan yang disenangi oleh oleh anggota keluarga juga berfungsi sebagai salah satu pendorong terhadap pilihan bahan bacaan dan minat baca setiap murid. Atas dasar prinsip itu, dapat ditegaskan bahwa minat baca setiap murid dapat timbul karena kebiasaan dan kesenangan anggota keluarganya masing-masing.
  5. Tersedianya sarana perpustakaan sekolah yang relatif lengkap dan sempurna serta kemudahan proses peminjamannya merupakan faktor besar yang mendorong terhadap pilihan bahan bacaan dan minat baca murid.
  6. Adanya program khusus kurikuler yang memberikan kesempatan murid membaca secara periodik di perpustakaan sekolah sangat mendorong perkembangan dan peningkatan minat baca murid. Dengan kata lain faktor kurikuler yang berwujud pelaksaaan program membaca secara teratur di perpustakaan.
  7. Saran-saran teman sekelas sebagai faktor eksternal dapat mendorong timbulnya minat baca murid. Prinsip itu menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar berupa tukar pengalaman, diskusi, dan sumbang saran yang dilakukan murid-murid dalam ruang kelas.
  8. Faktor guru berupa kemampuan mengelola kegiatan dan interaksi belajar mengajar, khususnya dalam program pengajaran membaca. Kejelian guru dalam memperhatikan perbedaan selera dan minat baca murid sangat mendorong pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mibat baca murid. Prinsip ini menegaskan bahwa kegiatan kurikuler merupakan faktor pendorong dalam pembinaan, pengembangan, dan peningkatan minat baca murid.
  9. Faktor jenis kelamin juga berfungsi sebagai pendorong perwujudan pemilihan buku bacaan dan minat baca murid. Prinsip ini menegaskan bahwa perbedaan jenis kelamin secara psikologis dan mendorong perwujudan selera dan minat baca murid.
Tujuan Membaca
Secara umum tujuan orang membaca adalah untuk mendapatkan suatu informasi (pengetahuan dan wawasan) baru. Namun, dalam kenyataannya terdapat tujuan khusus dari kegiatan membaca seperti yang diungkapkan oleh Darmono (2007:215), yaitu:
  1. membaca untuk tujuan kesenangan. Termasuk dalam kategori ini adalah membaca novel, surat kabar, majalah, dan komik. Menurut David Eskey tujuan membaca semacam ini adalah reading for pleasure. Bacaan yang dijadikan objek kesenangan menurut David adalah sebagai “bacaan ringan”,
  2. membaca untuk meningkatkan pengetahuan seperti pada membaca buku-buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan. Kegiatan membaca untuk meningkatkan pengetahuan disebut juga dengan reading for intelectual profit, dan
  3. membaca untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya para mekanik perlu membaca buku petunjuk dan ibu-ibu membaca booklet tentang resep masakan. Kegiatan semacam ini dinamakan dengan reading for work. Jadi, dari peryataan di atas sekiranya dapat diambil simpulan bahwa tujuan membaca sangat beragam tergantung dari jenis buku apa yang mau dibaca.
Hal berbeda tentang tujuan membaca dinyatakan oleh Heilman (dalam Abd. Rachman, dkk, 1983:9) menyatakan bahwa tujuan dan manfaat membaca antara lain:
  • (a) menambah atau memperkaya diri dengan berbagai informasi tentang topik-topik yang menarik,
  • (b) memahami dan menyadari kemajuan pribadinya sendiri,
  • (c) membenahi atau meningkatkan pemahamannya tentang masyarakat dan dunia atau tempat yang dihuninya,
  • (d) memperluas cakrawala wawasan atau pandanagn dengan jalan memahami orang-orang lain,
  • (e) memahami lebih cermat dan lebih mendalam tentang kehidupan pribadi orang-orang besar atau terkenal dengan cara membaca biografinya, dan
  • (f) menikmati dan ikut merasakan lika-liku pengalaman orang lain. Dari peryataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dan manfaat membaca pada dasarnya terbagi atas
    • (a) membaca untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan
    • (b) membaca untuk memperoleh kepuasan dan kenikmatan emosional.

yuuukk membaca :)

“Membaca menyibak cakrawala. Dengan membaca, seseorang tidak saja tercelik dan jadi semakin bijak. Akan tetapi, juga dapat memetik hikmah dan manfaat berbagai referensi”

Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat aktif reseptif. Media yang digunakan dalam membaca berupa media bahasa tulis. Membaca memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi kalangan pelajar.
Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, baik mengeja atau melafalkan apa yang tertulis (KBBI, 2002:83). Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh konsep-konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterpretasi, mengevaluasi konsep-konsep pengarang dan merefleksikan atau bertindak seperti yang dimaksud dalam konsep itu (Susanto, 2013).
Sementara itu menurut Bram dan Dickey (dalam Darmono, 2007:215) menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan yang dilakukan berupa penerjemahan simbol atau huruf ke dalam kata dan kalimat yang memiliki makna bagi seseorang.
Berdasarkan pendapat di atas dapat diambil simpulan bahwa membaca merupakan kegiatan yang bersifat aktif reseptif dengan cara memahami setiap isi dari apa yang tertulis dengan saksama.
Minat sering diartikan sebagai “interest”. Minat bisa dikelompokkan sebagai sikap (attitude) yang memiliki kecenderungan tertentu. Minat tidak bisa dikelompokkan sebagai pembawaan, tetapi sifatnya bisa diusahakan, dipelajari, dan dikembangkan.
Arthur J. Jones (dalam Supriyadi, 1986:73) menerangkan bahwa minat adalah perasaan suka (like) yang berhubungan dengan suatu reaksi terhadap sesuatu yang khusus atau situasi tertentu. Semenatra itu Crow and  Crow (Supriyadi, 1986:74) menjelaskan bahwa minat menunjukkan kekuatan motivasi yang menyebabkan individu memberikan perhatian kepada orang, benda, atau kegiatan.
Dari beberapa pendapat di atas, sekiranya dapat diambil simpulan bahwa minat merupakan suatu dorongan atau keinginan apada seseorang untuk /menjadi merasa tertarik pada sesuatu yang ia sukai.
Sementara itu, minat baca merupakan dorongan yang kuat pada seseorang untuk membaca yang ditandai dengan menunjukkan ketertarikan pada berbagai lambang dan simbol.
Darmono (2007:214) menyatakan bahwa minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. Minat baca ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca.
Hal ini dikarenakan minat membaca merupakan salah satu faktor penting yang akan membantu anak untuk segera siap membaca.
Senada dengan pendapat Darmono, Abd. Rachman (1983:16) mengemukakan bahwa minat baca diartikan sebagai perwujudan perilaku baca murid yang disebabkan oleh faktor-faktor pendorong tertentu, baik oleh faktor internal maupun eksternal.
Sementata itu, Dallman dkk (1982 dalam Hadi Susanto, 2013) mengatakan bahwa minat membaca merupakan faktor terpenting dari kesiapan membaca anak untuk belajar membaca.
Minat membaca pada anak sangat beragam, ada yang ”ogah-ogahan” dan tidak peduli, ada pula yang sangat tertarik untuk membaca yang ditandai dengan tertarik dengan media cetak, menikmati saat menyimak sebuah cerita, mampu bercerita dengan baik, suka melihat-lihat gambar di buku, mampu menceritakan sesuatu dari gambar, dan meminjam buku dari sekolah untuk dibawa pulang.
Adapun jenis-jenis minat baca menurut Gage (dalam Abd. Rachman, 1983:10), yakni
  1. minat baca spontan, kegiatan membaca yang dilakukan atas kemauan, inisiatif pribadi murid sendiri tanpa pengaruh dari pihak lain atau pihak luar dan
  2. minat baca terpola, kegiatan membaca yang dilakukan murid sebagai hasil atau akibat pengaruh langsung dan disengaja melalui serangkaian tindakan dan program yang terpola terutama kegiatan program belajar mengajar di sekolah.
Spodek (1978 dalam Hadi Susanto, 2013) menyatakan bahwa minat baca merupakan salah satu aspek dari kesiapan membaca, dengan berbagai indikator, di antaranya
  • (a) menunjukkan ketertarikan pada berbagai lambang dan simbol, tertarik menyimak cerita,
  • (b) mampu bercerita dan mengucapkan sajak atau puisi, suka melihat-lihat gambar dalam buku,
  • (c) mempunyai rentang perhatian yang cukup untuk mengamati urutan gambar dalam buku,
  • (d) menceritakan suatu cerita dari sebuah gambar,
  • (e) meminjam buku untuk dibawa pulang atau membawa buku ke sekolah, dan
  • (f) mencoba mengenali kata-kata tertentu dalam buku yang dikenalnya.
Lebih lanjut, Harris dan Liba (dalam Abd. Rachman, 1983:11) menyatakan bahwa minat baca dilihat atau dinilai dari:
  • wujud pernyataan atau pengakuan siswa terhadap objek-objek tertentu dan
  • wujud perilaku murid dalam membaca. Jadi, dapat simpulkan bahwa apabila bila seorang individu (siswa) sudah memiliki minat baca yang tinggi maka seorang individu (siswa) tersebut akan suka membaca bacaan apapun (baik bacaan yang bersifat pengetahuan umum maupun bersifat sebagai hiburan).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca
Minat yang dimiliki oleh setiap orang (pelajar) pastinya berbeda-beda, dengan kata lain tergantung pada masing-masing individu. Dalam hal ini, minat tersebut dengan minat terhadap membaca. Minat membaca tiap individu (siswa) tidaklah sama, ada pelajar yang suka dan hobi membaca dan ada pula yang tidak hobi membaca.
Namun, minat baca setiap orang (siswa) juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang dikemukakan oleh Crow and Crow (dalam Supriyadi, 1986:75) menyatakan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi minat baca seseorang (pelajar), di antaranya
  • (a) kondisi fisik,
  • (b) kondisi mental,
  • (c) status emosi, dan
  • (d) lingkungan sosial.
Pertama, kondisi fisik. Kondisi fisik memang mejadi hal utama yang menjadi perhatian karena dengan kondisi fisik yang baik dan sehat, maka keadaan seseorang (siswa) akan stabil. Hal itulah yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap aktivitas yang ia lakukan, misalnya saja kegiatan membaca buku. Apabila kondisi fisiknya sehat, maka ia akan merasa senang dan suka untuk membaca.
Kedua, kondisi mental. Tak ubahnya kondisi fisik, kondisi mental seseorang (siswa) juga sangat berpengaruh terhadap aktivitasnya sehari-hari. Apabila mental seseorang sedang “down” (“jatuh”), maka pelajar tersebut tidak akan merespon dengan baik apa yang akan ia kerjakan, misanya saja membaca buku. Sebaliknya, jika mental pelajar tersebut “bagus”, maka ia akan merasa senang dan suka untuk melakukan kegiatan membaca.
Ketiga, status emosi. Tak ubahnya kondisi fisik dan mental, status emosi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi tiap individu (siswa). Apabila kondisi emosinya stabil dan baik, maka ia kana senang dan ringan dalam melakukan kegaitan yang ia sukai, misalnya kegiatan membaca buku. Namun, apabila emosinya sedang labil, maka seorang pelajar tersebut juga enggan bahkan tidak mau untuk melakukan kegiatan apapun, tak terkecuali kegiatan membaca.
Keempat, lingkungan sosial. Lingkungan sosial setiap individu (siswa) pastinya berbeda-beda. Jika lingkungan sosial tempat individu (siswa) tinggal adalah lingkungan yang baik, dalam artian lingkungan masyarakat yang suka membaca, maka si pelajar tersebut secara tidak langsung pun akan mulai suka dengan membaca, padahal ia sebenarnya tidak hobi membaca. Namun, apabila lingkungan tempat tinggal si pelajar tidak “sehat”, dalam artian kondisi masyarakat yang “amburadul”, maka ia pun juga akan terpengaruh menjadi “amburadul” dan cenderung atau tidak mau melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti kegiatan membaca.
Dari keempat faktor yang sudah disebutkan di atas, sekiranya dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik, mental, emosi, dan lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap setiap individu (siswa). Dengan kondisi fisik, mental, emosi, dan lingkungan sosial yang baik dan sehat, maka setiap individu  (siswa) akan merasa senang melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan juga menambah wawasan pengetahuannya, seperti kegiatan membaca dan dari sinilah minta baca seseorang (siswa) akan “tumbuh”.